Erry sebelumnya sempat diprediksi sebagai salah satu calon kuat pada Pilgub Sumut 2018. Sejak awal dia sudah mendapat cukup dukungan dari Partai Golkar (17 kursi), PKB (3), PKPI (3), dan NasDem (5). Namun menjelang pendaftaran, satu per satu parpol mengalihkan dukungan, hingga gubernur petahana ini tak punya 'perahu' untuk maju. Saat ditanya, Erry mengaku memaklumi beralihnya dukungan parpol itu.
Situs Agen Poker Terpercaya Indonesia Yang Memberikan Berbagai Promo Menarik dan 100% Player vs Player Dengan Menang Berapapun Tetap Akan Di Bayar Hanya Di Royalkartu.com
Menurut Erry, kegagalan pencalonannya adalah hal wajar. Dia mengaku tidak mampu memenuhi persyaratan minimal 20 persen kursi di DPRD Sumut. Erry pun menyatakan sudah melakukan lobi-lobi. Namun usahanya tidak berhasil.
"(Lobi-lobi) sudah ada, sudah dimaksimalkan semua, tapi sudah menjadi keputusan harus kita hormati," tegasnya.
Baca Juga : Sabar, jawaban Sandiaga kala mantan UPT Monas mengadu kehilangan pekerjaan
Mantan Bupati Serdang Bedagai (Sergai) itu menyatakan, dia sudah menjalankan mekanisme demokrasi. Dia telah berusaha maksimal untuk memenuhi 20 persen suara.
"Tapi ada yang menarik diri hingga tidak memenuhi 20 persen, sehingga kita tidak bisa maju, tentu ini ya harus kita terima dengan lapang hati," ucapnya.
Sumber : Merdeka.com
